Mulai dari tujuan bisnis, bukan sekadar tampilan
Website yang efektif selalu berangkat dari tujuan yang jelas. Tentukan apakah website akan membangun kredibilitas, menghasilkan prospek, menjual produk, menerima reservasi, atau mendukung layanan pelanggan.
Tujuan tersebut menjadi dasar untuk memilih struktur halaman, fitur, pesan utama, dan ajakan bertindak. Tanpa tujuan, desain mudah terlihat menarik tetapi tidak membantu pengunjung mengambil keputusan.
- Tentukan satu tujuan utama dan beberapa tujuan pendukung
- Kenali calon pelanggan yang ingin dijangkau
- Pilih tindakan utama yang diharapkan dari pengunjung
Siapkan konten dan aset sebelum proses desain
Kumpulkan profil bisnis, penjelasan layanan, keunggulan, pertanyaan pelanggan, testimoni, portofolio, dan informasi kontak. Konten yang siap membantu desain mengikuti kebutuhan informasi nyata.
Gunakan logo beresolusi baik dan foto asli jika tersedia. Jika aset belum lengkap, buat daftar prioritas agar proses produksi tidak tertahan di tengah jalan.
- Logo dan panduan warna brand
- Foto produk, lokasi, tim, atau hasil pekerjaan
- Deskripsi layanan dan bukti kepercayaan
- Nomor WhatsApp, email, alamat, dan tautan media sosial
Pastikan kebutuhan teknis tidak terlewat
Domain, hosting, email bisnis, analitik, keamanan, dan pengelolaan konten perlu dibahas sejak awal. Kebutuhan integrasi seperti formulir, pembayaran, katalog, atau sistem pemesanan juga memengaruhi ruang lingkup proyek.
Checklist yang lengkap membuat estimasi lebih akurat dan mengurangi revisi yang seharusnya dapat dihindari.
- Nama domain dan akses pengelolaannya
- Kapasitas hosting, SSL, dan pencadangan
- Google Analytics, Search Console, dan Tag Manager
- Rencana pemeliharaan setelah website diluncurkan

